fanfiction

Fanfiction Vampire Knight Part 15 &16

A Secret

 

 

Ruan menggendong Elise dan menidurkannya di tempat tidur. Ia menatap Elise. Lalu mencoba menciumnya. “keluarlah!.” Perintah Gwen.

“gadis ini cantik, aku menyukainya.” Katanya.

“pergi aku bilang!.” Teriak Gwen.

“aku menyukainya.” Kata Ruan sekali lagi.

“jangan berurusan dengannya!.”

“biarkan aku menciumnya sekali saja.” Rengek Ruan.

Gwen menyeret Ruan. “kakak!.” Bentak Gwen. “dia milik ketua!.” Tambahnya.

“tapi kau sudah liat-kan perlakuannya terhadapnya?. Kau masih melakukan ini pada kakakmu sendiri?. Hey!.” Panggil Ruan. Gwen menutup pintu kamar Elise.

“brengsek.” Gumam Gwen. Gwen mendekati Elise yang sedang tertidur. Elise mengigau. Gwen mengecek suhu badannya, ia kaget dan segera berlari keluar. Ia mencari Ken dan menatap kesekelilingnya. Ia terhenti mendengar percakapan Ken dengan ayah Rogue.

“apa kau sudah mendapatkannya?.” Tanya ayah Rogue.

“aku sudah mencoba bernegoisasi dengan mereka.” Jawab Ken.

“apa yang mereka pinta?.” Tanyanya.

“mereka minta kekuasaan dan..”

“dan apa?.” Tanya ayah Rogue penasaran.

“mereka minta kita membunuh Ethan sebagai ganti kepercayaan.” Katanya.

Ayah Rogue mengangguk. “apa kau sudah menemukannya?.” Tanya ayah Rogue.

Ken menggeleng. “dia akan datang dengan sendirinya.” Jawabnya.

Ayah Rogue mengangguk mengerti dan meninggalkan Ken. Gwen menghampiri Ken. “apa kau ingin menjadikannya umpan?.” Tanyanya. Ken acuh, ia tidak ingin mendengarkan kata-kata Rogue. “sekarang dia sedang sekarat, terserah kau mau peduli atau tidak.”

 

***

 

 

“bagaimana keadaannya?.” Tanya Ethan pada Rose.

Rose menggeleng. “Ruka dan Arnold sudah tiada.” Katanya.

Ethan mendekati Rose. “kalau begitu sekarang kita harus mencari dimana Elise berada, kita akan mencarinya dan menemukan permata itu juga.” Katanya.

Rose mangangguk mengerti. “apa yang dapat aku lakukan?.” Tanyanya.

“tetaplah disini, menunggu kabar dari pureblood. Aku akan pergi mencari Elise, jika aku sudah menemukannya aku akan datang menjemputmu dan kuburkan mereka.” Katanya.

“baiklah aku akan menunggu disini sampai kabar datang.” Kata Rose mengerti.

 

***

 

 

Ken berjalan di lorong. Ia terhenti dan mengurungkan niatnya. Ia berbelok kearah lain, ia menuju kamar Elise. Ia menatap Elise yang sedang tertidur. Ken membuka kain yang menutupi luka Elise dan mengobatinya. Elise terjaga. “Ken?.” Tanyanya.

“diamlah.” Katanya. “aku sedang mengobatinya.”

Elise menatap Ken. “apa aku akan dijadikan umpan?.” Tanyanya sedih.

“ingatlah kau sedang tidak berada dipihakku.” Katanya.

Air mata Elise tumpah. “sekarang setelah aku memikirkannya sepanjang waktu, aku tahu apa yang sedang ibuku lindungi.”

Ken memandang Elise. “itu tidak berarti lagi.”

Elise menggeleng. “aku tidak sedang ada dipihak pureblood atau dipihakmu.”

Ken menatap mata Elise. “apa yang sedang kau pikirkan?. Kau harus ada disalah satu pihak jika ingin selamat.”

“ibuku ingin melindungi mereka, darah campuran.” Ken terdiam mendengarnya. “bantu aku Ken, bantu aku menghancurkannya.”

Ken berdiri dan terlonjak kaget. “apa maksudmu?.”

“aku akan menghancurkan apa yang menjadi masalah disini.” Kata Elise.

“kau tidak dapat melakukan itu. Jika kau lakukan hal itu, maka akan terjadi perubahan besar.” Tentang Ken.

Elise menggeleng. “hanya itu yang dapat aku lakukan, aku akan melakukannya sesuai dengan keinginan ibuku.” Gumamnya.

“kau menyedihkan.” Kata Ken meninggalkan Elise dengan dipenuhi kebigungan dan kemarahan.

 

***

 

 

“Ken?.” Panggil Rogue. Ken terhenti, ia berbalik memandang Rogue.

“ada apa?.” Tanyanya.

“itu..” Rogue menggeleng, ia menatap Ken. “aku percaya padamu.” Katanya. “ayah memanggilmu, sepertinya mereka sudah selesai bernegosiasi.”

Ken mengangguk. “baiklah, aku akan kesana.”

“Ken, berjanjilah padaku kau tidak akan pergi.” Katanya.

“aku tidak akan pergi, tapi aku tidak dapat berjanji padamu.” Kata Ken. Ia mendekati Rogue dan memeluknya. “maafkan aku, aku tidak bisa mengacuhkannya.”

Rogue mendorong Ken. “kenapa kau seperti ini padaku?.” Rogue menangis dihadapan Ken.

“karena aku sudah mengatakannya padamu, aku dapat bersamamu, tapi ini akan tetap menjadi miliknya.” Kata Ken sambil memegang dadanya. “maaf.” Katanya sebelum akhirnya meninggalkan Rogue.

 

***

 

 

“kau memang suka menguping pembicaraan orang.” Kata Gwen mengagetkan Ruan.

“hah?. Kau membuatku kaget.” Kata Ruan memegangi dadanya.

“kau selalu ikut campur, kalau kau bukan pemanah yang baik Ken pasti sudah mengusirmu.” Kata Gwen sambil berlalu.

Ruan tertawa. “itu artinya kau mengakui jika aku berguna, hey dengarkan aku!.” Teriakan Ruan terdengar sampai lorong, tapi Gwen tidak mengindahkannya.

“menarik, ketua ternyata masih menyukai gadis itu. Begitu rupanya.” Gumamnya, kemudian tersenyum.

 

***

 

 

“baiklah, kita akan memberikannya setelah kalian membawa mayat Ethan.” Kata salah satu vampire.

Mereka berkumpul di suatu ruangan besar untuk bernegosiasi. Kira-kira ada 8 vampire di dalam ruangan itu. “baiklah, bagaimana kami bisa percaya kalian akan memberikannya atau tidak?.” Tanya ayah Rogue. Ken sedang berdiri dibelakang ayah rogue.

“kami akan memberikan darah kami pada kalian, kalian akan merasakan betapa dasyarnya kekuatan kami.” Kata salah satunya lagi.

Ayah Rogue mangangguk. “kalian akan memberikan kekuatan kepada kami?. Begitu?.” Tanyanya lagi.

“benar, kami siap.” Kata mereka.

Ayah Rogue tersenyum. “itu akan sangat berguna. Ken.”

“tapi..” kata Ken.

“aku sudah tua.” Kata ayah Rogue.

Ken mengangguk. “baiklah, aku akan melakukannya.”

 

***

 

 

Elise terbangun di ruangan yang berbeda. “kau sudah sadar rupanya.” Kata Ruan. Elise menatapnya.

“kau lagi?.” Tanya Elise.

Ruan mengangguk. “aku Ruan.” Ia menjulurkan tangannya mengajak Elise berkenalan.

Elise terdiam, Ruan menarik tangannya. “kau siapa memangnya?.” Tanya Elise lagi.

Ruan tersenyum. “aku pemanah hebat disini.” Katanya pamer dengan lagak yang sok.

Elise tertawa. “bukan itu maksudku.”

“dia kakakku yang bodoh.” Kata Gwen menjawab pertanyaan Elise.

“kakakmu?.” Tanyanya Elise meminta penjelasan lagi.

Gwen mengangguk. “benar aku kakaknya” kata Ruan membenarkan.

“putri tunggulah sebentar lagi, semuanya akan segera berakhir.” Kata Gwen.

Elise mengangguk. “terimakasih kau masih mau berteman denganku.” Lalu memeluk Gwen.

“aku menyayangimu putri.” Kata Gwen. Ruan memandang mereka berdua.

 

***

 

 

Saat itu hari sudah malam, Elise gelisah. Ia mencium bau darah dimana-mana. Ketakutannya semakin menjadi-jadi. Ia menjerit ketakutan. Ia melihat banyak darah di tempat itu. Elise berlari kesudut ruangan. “jangan ganggu aku!.” Teriaknya.

Seseorang memeluknya. “kau tidak apa-apa?.” Tanyanya.

Elise menangis sejadi-jadinya. Ia mendongak, ia melihat wajah Ken. Ia memeluknya erat. “jangan ganggu aku!.” Tangisnya semakin mejadi-jadi.

“aku tidak akan mengganggumu.” Kata Ken melepaskan pelukan Elise dan berbalik pegi.

Elise memeluknya dari belakang. “jangan pergi Ken, aku takut.” Katanya.

Ken menoleh. “bukankah kau takut padaku?.” Tanya Ken.

Elise terisak, ia menggeleng. Elise membelai wajah Ken. “ada apa denganmu?.” Tanyanya, lalu memeluknya lagi.

“minum darahku, kau akan tahu.” Kata Ken. Elise mendongak. “bukankah kau ingin tahu apa yang terjadi padaku?.” Tanyanya, lalu mendekap Elise. Elise mengikuti perintah Ken, ia tahu telah terjadi sesuatu yang mengerikan. Saat taringnya masuk kedalam leher Ken, ia melihat begitu banyak vampire yang telah menyatu dalam tubuh Ken. Elise terjungkal dan jatuh ketanah. Ken menatapanya. “kuharap itu jawaban yang kau inginkan.” Katanya.

Elise masih shock dengan apa yang ia lihat. Ia mencoba memegang kaki Ken. “jangan pergi!. Jangan lakukan itu!.” Elise semakin terisak.

“apa dia sudah sampai?.” Tanyanya.

Elise mendongak mencoba menatap Ken. “jangan membunuhnya!.” Katanya.

“kenapa?. Kau takut kehilangannya?.” Tanya Ken. Ken tersenyum sinis lalu mendorong Elise. “aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri.” Katanya sembari meninggalkan Elise. Ia berhenti sejenak ingin berbalik, tetapi mengurungkan niatnya.

 

***

 

 

“kau sudah datang?.” Tanya Ken yang keluar sendiri menghadapi Ethan.

“dimana dia?.” Tanyanya pada Ken.

“dia ada didalam, kau boleh mengambilnya setelah melangkahi mayatku.” Kata Ken pada Ethan.

“kau mengancamku?.” Tanyanya.

“ini daerah kekuasaanku, apa kau ingin mati?.” Tanya Ken lagi memperjelas keadaan sekarang.

“aku seorang pureblood, aku dapat membunuh 100 orang bahkan lebih sepertimu dengan tanganku sendiri.”

Ken tertawa. “jangan sombong, sejak lama aku ingin melakukan ini terhadapmu, Ethan.” Ken mulai menyerang Ethan, demikian juga sebaliknya. Terjadi duel diantara mereka.

“ayah apa kau yakin dia akan mengalahkah Ethan sendiri?.” Tanya Rogue pada ayahnya, ia tampak sangat cemas.

Ayahnya mengangguk. “ia sudah bukan Ken yang dulu lagi.” Katanya.

 

 

 

 

A New King

 

 

Gwen menatap Elise yang sedaritadi gemetaran ketakutan. “apa kau baik-baik saja?.” Tanyanya pada Elise, Gwen tampak sangat khuwatir pada Elise.

Elise tampak sangat pucat, ia berkeringat dingin. “bisakah kau membawaku pergi dari tempat ini?.” Tanyanya pada Gwen.

“kau tidak akan terluka, ada Ken.” Kata Gwen.

Elise menggeleng. “aku sudah tidak mengenalnya.” Katanya. “aku harus pergi menemui Rose, dia pasti sedang menunggu di tempat yang sama.” Katanya pada Gwen.

Gwen memandang Elise. “ini mungkin bukanlah sesuatu yang baik. Aku akan membantumu kabur, tapi aku tidak dapat pergi bersamamu.”

“kenapa?.” Tanya Elise.

“pergilah bersamanya.” Kata Ruan yang tiba-tiba masuk. “keadaan tidak begitu bagus, aku merasa pureblood akan menyerang kita, meski jumlahnya sedikit kau tahu mereka berkali-kali lebih kuat daripada kita. Selamatkan dirimu dan juga orang ini Gwen!.” Katanya.

Gwen memandang kakaknya. “lalu kau?.” Tanyanya.

Ruan tertawa. “kau masih memikirkan aku yang tidak berguna ini?.” Tanyanya. “pergilah!.”

Gwen menangis memeluk kakaknya. “aku akan segera kembali. Jangan menghilang dari hadapanku, hanya kau satu-satunya yang aku miliki kakak.” Kata Gwen. Ia kemudian mengajak Elise pergi.

Sebelum pergi Elise memeluk Ruan. “aku mungkin tidak mengenalmu, tapi aku tahu kau sama baiknya seperti adikmu.” Ucapnya, lalu pergi meninggalkan Ruan yang tersenyum kepada mereka.

“semoga selamat.” Kata Ruan.

 

***

 

 

Ethan mencoba menebas Ken menggunakan pedangnya. “kau ternyata lebih kuat dibandingkan yang dulu.” Katanya memuji Ken yang dengan sigap menangkisnya.

“aku pikir kau yang terlihat semakin lemah.” Ejek Ken. “aku masih ingin membalaskan kematian ibuku.” Katanya dipenuhi kemarahan.

“kau masih mengingat itu sampah?.” Kata Ethan. Ken menebasnya dan mengenai tangan Ethan.

“ibuku yang dibunuh oleh ayahmu.” Teriakan Ken menggema keseluruh ruangan, di dalam mereka bisa mendengarnya dengan jelas. Ken dipenuhi amarah dan menusuk Ethan tepat di jantungnya beberapa kali.

Sebelum meninggal Ethan bergumam. “lindungi dia!.” Katanya, lalu menutup mata selamanya.

Ken memandang Ethan. “inikah akhirnya dapat mengalahkan seorang pangeran?.” Tanyanya. “kenapa aku tetap tidak merasa puas telah membunuhmu?.” Gumamnya. Ia membawa mayat Ethan dan melemparkannya pada mereka. Salah satu dari mereka memberikan permata hitam itu. Rogue, ayahnya dan Ruan melihat Ken menerimanya. Para pureblood datang dan kaget karena permata itu ada di tangan Ken.

“apa ini?.” Mereka mulai berkasak-kusuk.

“bagaimana ini bisa terjadi?.”

“habislah kita.”

“tenang semuanya!.” Teriakan Rogue menggema dan mampu mendiamkan mereka semua. Ken memberikan permata itu pada ayah Rogue, ayah Rogue menerima permata itu dan menelannya. “sekarang sambutlah raja vampire kita yang baru.” Teriak Rogue. Mereka yang semula berkasak-kusuk dan akan melawan malah tertunduk tidak dapat melakukan apa-apa. Mereka sujud menyembah ayah Rogue. Termasuk Rogue, Ken dan Ruan. Ruan memandang Ken.

“sambah kami raja baru.” Mereka bersorak menyambut raja yang baru. Para darah campuran sangat senang dibuatnya.

 

***

 

 

Ken mencari Elise ke setiap ruangan. Ia membuka satu-persatu. “apa yang sedang kau cari, ketua?.” Tanya Ruan.

Ken terhenti. “dimana Elise?.” Tanyanya.

Ruan tersenyum. “untuk apa kau mencarinya?.” Tanyanya.

“katakan saja dimana dia!.” Perintah Ken.

“dia sudah kabur bersama dengan Gwen.” Katanya.

“apa?. Kenapa kau membiarkan mereka?.” Tanyanya. Ken bergegas mencari mereka.

“kupikir mereka sudah jauh, kau pasti tidak akan sempat mengejar mereka.” Ruan memandang Ken. “kalau kau mencintainya, kenapa kau tidak mempercayainya?.” Tanyanya.

Ken menatap Ruan. “jangan ikut campur!.”

“dengarkan apa isi hatimu. Lihat dirimu, apa kau puas dengan membunuh anak dari pembunuh ibumu?.” Tanya Ruan.

Ken menatap Ruan. “aku pergi.” Pamitnya.

Ken gelisah memikirkan Elise. ia terhenti karena melihat Rogue yang sedang bersanda gurau dengan ayahnya. “kemarilah!.” Kata ayah Rogue pada Ken.

“kapan kau akan menikahi putriku?.” Tanyanya.

Rogue tersenyum memandang Ken. “menikah?.” Ulang Ken.

“Ken?.” Tanya Rogue. “kau akan menikah denganku-kan?.” Tanyanya.

Ken mengangguk. “tentu.” Jawabnya. Ia memandang ayah Rogue yang sangat bahagia.

“terimakasih.” Ucap Rogue pada Ken. Ken memandang Rogue. Maaf. Gumamnya dalam hati.

 

***

 

 

“putri apa kita sudah sampai?.” Tanya Gwen. Elise mengangguk, ia masuk ke sebuah rumah tua. Gwen mengikutinya dari belakang.

Elise terbelalak melihat keadaan rose. “Rose!.” Panggilnya.

Gwen langsung memeriksa Rose. Ia menggeleng. “sepertinya Rose telah tiada.” Katanya.

Elise menghela nafas. “siapa yang melakukan ini?.” Tanyanya.

“pasti pureblood.” Tebak Gwen.

“mengapa?.” Tanya Elise tidak mengerti.

“mungkin mereka mengira itu dirimu, putri. Mungkin mereka sudah tidak menginginkan adanya keluarga kerajaan lagi.”

Elise terisak. “mereka semuanya buta kekuasaan.” Ia menangis. Gwen memeluknya.

“seperti itulah dunia.” Katanya.

“apa yang harus kita lakukan?.” Tanyanya pada Gwen. “kita sudah tidak memiliki apa-apa lagi.”

“kita harus menunggu, seseorang pasti akan datang.” Kata Gwen.

Elise menatap Gwen. “siapa?.”

“tunggulah sebentar putri, istirahatlah!.” Katanya pada Elise, Elise menggangguk dan beristirahat. “perang pasti akan segera berakhir.” Kata Gwen sambil menatap langit malam yang tidak berbintang, sangat kelam dan gelap.

 

to be continued..

 

 

Note:
Beri komentar yah, jangan copas. Kalau mau menampilkan di blog Anda silakan beri link hidup, capek tahu buatnya.. hufff.. ini buat yang mengerti, jadi kalau kalian mau bangga sama blog kalian jangan ngambil milik orang lain, aku bangga sama tulisanku meskipun tidak terlalu bagus karena ini orisinil. Aku prihatin sama banyak orang yang malah tidak mengerti apa itu hak cipta, dari pengalaman yang pernah aku baca bahkan para author memutuskan untuk tidak melanjutkan karya mereka karena karya mereka di tampilkan tanpa seijin atau malah di diakui oleh orang lain. Yang rugi malah para pembaca sendiri. Aku sebagai pembaca dan juga penulis baru merasa kecewa, tapi aku percaya kepada kalian para pembaca.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s