fanfiction

Fanfiction Vampire Knight Extra Part 20

Bell Ring, In My Heart

“Special. Ed. (Ken and Rogue’s Childhood)”

Masa kecilku begitu kelam. Aku berusaha hidup seorang diri ditegah dunia yang kejam ini. Suatu hari seseorang datang menghampiriku, seorang pria yang tersenyum dengan lembut kepadaku. Pria itu membawa seorang anak perempuan yang kira-kira berusia sama sepertiku. Aku memandangnya, ia memiliki mata yang indah. Ia tersenyum seperti ayahnya dan menawariku kue. Aku dengan senang hati mengambilnya. Karena saat-saat bahagia itu aku sangat ingin berterimakasih kepada mereka.

Saat itu usiaku masih 9 tahun, tahun ini adalah tahun pertamaku bersekolah di vampire academy yang baru didirikan, aku bersekolah dengan Rogue. Kami bersahabat, aku menganggapnya sebagai adikku. Sangat sulit bagiku untuk menyesuaikan diri dengan mereka, meski aku tahu aku sama seperti mereka. Aku selalu berusaha untuk tidak mengikuti rasa hausku. Tapi, tetap saja aku haus. Seorang anak pureblood terus mengolok-olokku. Rogue datang menghampiriku dan menarik tanganku. “jangan dengarkan dia, ayo pergi!.”

Aku menatap Rogue. “lepaskan!.” Kataku sembari menghempaskan tangannya. “kau pikir aku pengecut?.” Tanyaku padanya.

Rogue menatapku, aku tahu ia ingin menangis. “aku hanya ingin membelamu, kenapa kau membentakku sekasar itu?.” Tanyanya padaku.

“aku pria, aku tidak butuh bantuan seoarang wanita yang lemah sepertimu.” Kataku keras kepala. Aku meninggalkan Rogue yang terisak, aku masih mendengar suara tangisannya sampai di rumah.

***

Ayah Rogue masuk dan memhampiriku. Ia mengusap kepalaku. “capat minta maaf pada Rogue!.” Katanya.

Aku tahu aku salah dan seharusnya aku minta maaf, tapi gengsiku terlalu tinggi untuk mengatakan satu kata itu padanya. Aku menggeleng. “tidak akan.” Kataku sambil menepis tangannya.

“aku tahu kau masih sedih atas kematian ibumu, tapi kau harus minta maaf padanya. Ia berusaha untuk menolongmu. Ia menyayangimu seperti keluarganya.” Lalu ia tidak berkata apapun lagi dan meninggalkan kamarku.

***

Aku seorang yang keras kepala kala itu, aku tidak mengatakan permintaan maaf padanya meskipun Rogue telah menyapaku lebih dulu. Aku bersikap acuh tidak ingin memperdulikan orang lain.

Hari-hariku berjalan seperti biasa. Sudah beberapa tahun aku tinggal bersama mereka. Kira-kira sampai 6 tahun. Orang pertama yang memberikanku kapsul adalah ayah Rogue dan Rogue adalah orang yang selalu merawatku saat aku sakit. Aku mendapatkan kasih sayang dari mereka. Semakin lama aku semakin melunak, sifatku sudah tidak sekeras dahulu lagi. Tapi aku sadar aku telah merepotkan mereka. Aku memutuskan untuk pindah saat usiaku 15 tahun.

“apa maksudmu?.” Tanya ayah Rogue yang kaget mendengar keputusanku.

Aku membungkuk. “maafkan aku, aku tidak bisa menerima kebaikanmu terus-menerus. Aku sangat berterimakasih.” Kataku.

Ayah Rogue terdiam sesaat. Ia mendongak padaku, kemudian mengangguk. “baiklah kau sudah besar sekarang. Kau pasti ingin hidup untuk seseorang sekarang. Aku mengerti. Kau boleh hidup sendiri.” Katanya. Aku tersenyum, aku tidak percaya bahwa ayah Rogue dengan mudah membiarkanku pergi.

“tidak boleh!.” Teriak Rogue yang tiba-tiba masuk dengan panik.

“Rogue?.” Aku menatapnya, aku tahu dia sedang menahan tangisnya.

“tidak bisa ayah, jangan membiarkannya pergi.” Kata Rogue lagi.

“Rogue, dia sudah besar. Dia dapat mengurus dirinya sendiri saat ini.” Kata ayah Rogue.

“jangan pergi Ken!.” Katanya padaku.

Aku menggeleng. “ini sudah menjadi keputusanku, aku harus pergi.” Kataku mantap. Tangis Rogue pecah.

“aku begitu menyayangimu.” Isaknya. Aku tidak dapat melakukan apapun untuknya. Aku menyesal karena kala itu dia yang terus melakukan sesuatu untukku.

***

Aku berjalan ke kamarku, aku terhenti melihat rogue yang membantuku mengemasi barang-barangku. “aku hanya membantu.” Gumamnya pelan.

Aku menatapnya. “maaf.” Kataku. “aku harus pergi. Aku ingin bertemu dengan orang yang membunuh ibuku.”

Rogue menatapku. “apa kau ingin bertemu dengan ayahmu?.” Tanyanya padaku.

Sesaat aku terdiam, aku memikirkan ayahku. Aku menggeleng. “suatu saat aku akan mengunjunginya.” Jawabku.

Rogue memelukku, aku kaget dibuatnya. “dari dulu sampai sekarang apa kau masih tidak dapat menyukaiku?. Aku sangat menyukaimu.” Katanya.

Aku berbalik menghadapnya. “jangan menyukaiku!.” Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku.

Ia memandangiku. “minumlah darahku!.”

Aku menggeleng. “aku tidak bisa. Maaf.”

Rogue menangis menatapku, ia mungkin tahu bahwa perasaannya selalu sepihak, aku sangat menyayanginya namun hanya sebagai adik. Ia mengecup bibirku. Aku kaget dibuatnya. “selamat tinggal.” Ucapnya. Lalu ia bergegas keluar dari kamarku.

Aku memandanginya, hanya itu yang bisa aku lakukan. “maaf.” Gumamku.

***

Aku menatap cermin. Melihat diriku di dalam cermin. Aku teringat gadis yang kutolong beberap tahun yang lalu. Gadis itu membekas dihatiku. Saat aku berhasil bertemu dengannya, sesaat rasanya seperti ada bel yang berbunyi dalam hatiku, namanya Elise. apa itu yang dinamakan cinta?.

Special Edition

END

Komentar:

Aku suka banget VK, ini bukan sekedar fanfiction karena nama-namanya aku ganti, mungkin hanya ide crita saja yang sama, kalau kalian penyuka Vk baca deh fanfiction ini kalian pasti suka. Elise sendiri memiliki kepribadian seperti Yuuki, nah kalau nentuin mana Zero dan mana Kaname pastinya kalian tahu sendiri karena aku pro Zero jadi Ken disini adalah tokoh utamanya yang karakternya mirip Zero.  

originally made by Cindy Claudia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s