recap / sinopsis

[Recap] Sinopsis I Hear Your Voice Episode 1

Sinopsis I Hear Your Voice 

voice01-00097a

Ini project pertamaku setelah lama hiatus dari per-bloggingan *cieee,plakkk..

Aku harap kalian memaklumi tulisanku yang masih rada kaku karena lama hiatus, akan aku usahain nulis sampai tamat.

Dan untuk kredit gambar, semua gambar yang aku tampilkan aku ambil dari Dramabeans dulu ya, karena gak sempet mengkrop gambar sendiri. Thanks Dramabeans..😀

Okai daripada berlama-lama, mending langsung aja.

SONG OF THE DAY

Deli Spice – “Chow Chow” [ Download ]

Disuatu pagi yang cerah, disebuah sekolah.. tepatnya didalam suatu kelas.. sebelum kelas pagi dimulai..

Beberapa siswa terlihat seperti sedang membersihkan kelas, tapi pada kenyataannya mereka dengan sengaja yang sengaja menuangkan minyak dilantai juga menaruh lem pada gagang pengepel. Tampak seorang pria sedang berjalan menuju kelas itu, Park Soo Ha namanya.  Sedangkan didalam kelas, Seorang gadis bernama Go Sung Bin (Kim Ga Eun) datang dan memberitahu bahwa target sudah hampir tiba (target itu ialah Soo Ha). Dan sontak seluruh anggota kelas bersandiwara, ada yang memegang hape, dan lain sebagainya.

voice01-00005

Moon Dong Hee masuk bersama dengan Park Soo Ha, oops ternyata perkiraanku salah yang mau mereka kerjain bukan Soo Ha melainkan gadis yang berdiri didepan Soo Ha, Dong Hee. Sung Bin memanggil Dong Hee dan menyuruhnya untuk bersih-bersih. Soo Ha yang berada dibelakangnya membaca pikiran Sung Bin dan Choong Ki (Park Doo Shik).

voice01-00004

“apakah mereka sudah menaruh lemnya dengan benar. Aish, sepertinya begituuu..” suara hati Sung Bin.

“aish, sepertinya dia akan terjatuh lebih dulu, kelihatannya seru. Mungkinkah aku tadi seharusnya menaruh minyaknya lebih banyak.” suara hati Choong Ki.

voice01-00027

Setelah mendengar pikiran dari mereka, Soo tahu kalau mereka akan mengerjai Dong Hee jadi ia menawarkan diri untuk melakukan bersih-bersih menggantikan Dong Hee.

“biar aku saja yang mengerjakannya, kamu bersihkan saja jendelanya.”

Semua terkejut mendengar hal itu. Dan Soo Ha sudah tahu, namun ia tetap berpura-pura tidak tahu. Ia mengambil alat pel yang mengakibatkan tangannya terkena lem dan ia-pun terjatuh karena minyak, namun ia beralasan bahwa dirinya terpeleset.

Choong Ki terlihat terusik akan apa yang dilakukan Soo Ha, ia menggagalkan rencana mereka. Ia berusaha untuk melawan Soo Ha, tapi Soo Ha dengan mudahnya menghindar. Tangan Soo Ha yang tertempel di gagang pel akhirnya lepas setelah Choong Ki menendang gagang pel dan patah. Choong Ki terlihat kelelahan dan nafasnya tersengal-sengal. Soo Ha menatap mata pria itu, ia bisa membaca pikirannya hanya dengan menatap kematanya, lalu Soo Ha menendangnya.

voice01-00044

Choong Ki sedang buang air kecil dikamar mandi sambil menelpon seseorang. Ia tidak mau mengakui kekalahannya. Namun, ia jadi  kesal karena orang yang ia telepon itu malah mengatakan jika Soo Ha adalah orang yang terbaik disekolah dalam berkelahi. Tiba-tiba Soo Ha datang dan membuatnya terkejut. Soo Ha  membicarakan mengenai pukulan tadi, ia menambahkan kalau Choong Ki terlalu memaksakan dirinya. Choong Ki hanya bisa melirik Soo Ha, tidak mau kalah Soo Ha balik menatap Choong Ki. Soo Ha menyuruhnya untuk bersikap santai saja.

Mereka berdua selesai buang air kecil, dalam pikirannya Choong Ki terkesima dan ia menatap Soo Ha, ia berkata dalam pikirannya “Dia benar-benar bagus.”

Mendengar hal itu, Soo Ha-pun tersenyum. Soo Ha akan mengajari Choong Ki jurusnya tadi, namun Choong Ki pura-pura menolak. Soo Ha tiba-tiba menarik kerah baju Choong Ki. Dan mengatakan sesuatu pada Choong Ki.

So Haa berkata jika dia dapat membaca pikiran Choong Ki. Apa yang dipikirkannya, kearah mana dia akan menyerang dan kemana Choong Ki menghindar. Choong Ki kaget akan hal itu, ia terbelalak. Soo Ha menatap ekpresinya lalu tertawa, ia mengatakan jika semua itu bohong, tadi ia hanya tergelincir. Choong Ki yang tadinya terlihat kaget tiba-tiba tersenyum atas kemenangannya itu, Chong Ki membenarkan jadi Soo Ha harus bersyukur akan keberuntungannya itu.

Namun, Choong Ki sebenarnya dalam hatinya ia mengejek Soo Ha yang seorang yatim piatu dan patut dikasihani. Soo Ha terlihat tidak menyukai kata-kata itu, namu ia tidak melakukan apapun. Soo Ha memasang headset kehandphonya lalu ia melihat gantungan kunci handphonenya  seperti gambar angel. “Kadang kala karena kita berdua..” Terdengar suara alunan lagu.

Sebuah flashback mengantarkan kita kekejadian beberapa tahun lalu yang menyebabkan Soo Ha dapat membaca pikiran seseorang..

Terlihat seorang anak kecil sedang menyanyi, anak kecil itu Soo Ha kecil (Goo Seung Hyun). Ia berada dalam sebuah mobil bersama dengan sang Ayah tercinta, ada gantungan yang sama tergantung di tengah kaca spion mobil. Ayah bertanya kupon untuk minggu ini. Soo Ha menyebutkan ada kupon pizza dan salad, ada juga 40% potongan harga untuk Aqua-quest, tempat akuarium terbesar dinegara mereka. Soo Ha kecil mengajak Ayahnya pergi kesana tapi sang Ayah tidak mau, ia beralasan sudah sering kesana meskipun Soo Ha tidak pernah sekalipun kesana. Soo Ha  mengajak Ayahnya pergi kesana minggu depan, sang Ayah akhirnya mengiyakan dan berjanji sambil tersenyum kepada Soo Ha. Kemudia, Ayah bertanya mengenai kupon yang lain. Tiba-tiba mata Soo Ha terdiam dan terkejut akan apa yang dilihatnya.

voice01-00068

Seketika itu, sebuah truk menabrak mobil yang ditumpangi oleh Soo Ha dan ayahnya. Ayah yang tengah itu sadar memanggil Soo Ha, “Soo Ha.. Soo Ha.. Bangun.”

Soo Ha dengan perlahan membuka matanya, “Ayah.”

Ayah bertanya, “Apa kau sakit?”

Soo Ha menjawab bila kepalanya saat itu sedang sakit. Ayah menyuruh Soo Ha untuk bertahan dan tetap sadar.

voice01-00078

Yang menabrak mobil mereka adalah seorang pria dengan memakai pakaian serba hitam keluar dari mobilnya, wajahnya tertutup oleh topi hitamnya, ia mengetuk kaca depan mobil. Ayah bicara, “Bisakah kau mengeluarkan kami dari mobil? Anakku kesakitan.”

Si penabrak tersentak. “Dia masih hidup. Aku harus membunuhnya sekaligus.”

Soo Ha terkejut karena ia dapat mendengar pikiran pikiran si penabrak, “Ini akan sangat mengganggu.” Ayah meminta sekali lagi agar si penabrak membuka pintu, namun Si penabrak pergi.

Soo Ha mengatakan pada Ayahnya, “Ayah.. pergilahah. Orang itu mencoba untuk..”

Belum selesai kalimatnya ia ucapkan, si penabrak datang dengan pipa dan merusak kaca depan mobil. Si penabrak menyingkirkan kaca mobil dan memukuli Ayah menggunakan pipa. Darah terciprat kewajah si pelaku (sadissssssss).

Soo Ha berteriak, “Ayah” Ia menangis.

Si penabrak membuka pintu mobil, Soo Ha menangis. Pelaku mengayunkan pipa hendak membunuh Soo Ha juga. Gantungan kunci angel dalam mobil Soo Ha bergerak.

“Sejak saat itu ada dua jenis suara diduniaku.  Yang satu, suara yang dapat didengar semua orang. Dan yang satu lagi, suara yang hanya aku mendengarnya.”

Soo Ha menambahkan. “Duniaku sedikit lebih ribut daripada dunia orang lain.” ia langsung memasang headsetnya.

Episode 1: Aku Dapat Mendengar Suaramu

voice01-00112

Sung Bin duduk disamping Soo Ha yang sedang duduk menyendiri. Ia memberikan penghapus lem dan kapas padanya. Sung Bin masih penasaran tentang kejadian tadi dikelas, mengapa Soo Ha mengagalkan rencana mereka, Soo Ha berpura-pura tidak tahu maksud dari perkataan Sung Bin, Sung Bin tahu kalau Soo Ha berbohong. Namun Soo Ha tetap menyangkalnya dan bersikeras berkata bahwa ia tidak tahu akan hal itu.

voice01-00116

Sung Bin bertanya, apa Soo Ha menyukai Dong Hee. Soo Ha mendengat perkataan Sung Bin, lalu ia menatap Sung Bin dan ia langsung menggeleng kepalanya, ia menambahkan dengan mengatakan tidak.

Hari Valentine tahun lalu Soo Ha pernah mengatakan bahwa ia menyukai seseorang dan dia tidak mau menerima coklat pemberian siapapun. Soo Ha membenarkannya, tapi orang yang Soo Ha sukai bukan Dong Hee. Sung Bin malah semakin penasaran dan ia bertanya siapa orangnya?

Sung Bin bertanya dalam pikirannya, “Apa orang itu adalah aku?”

Soo Ha tersenyum mendengar hal itu lalu ia bertanya, “Kau tidak berpikir itu kau kan?”

Sung Bin langsung berteriak menyangkalnya, “Hei! Apa aku gila? Aku tidak berpikir orang itu adalah aku tapi.. siapa gadis itu?” katanya masih penasaran.

“Apa ini sesuatu seperti cinta pertamanya?” tanyanya lagi dalam pikirannya.

Soo Ha menjawab “Ini cinta pertamaku.”

Sung Bin masih berusaha bertanya siapa orangnya. Dipikirannya ia bertanya lagi, “Apa dia cantik? Apakah dia baik?”

Soo Ha mengiyakan, dan menjawab kalau dia sangat cantik.

Sung Bin menasehati kalau ia tidak boleh terlalu melihat penampilan seorang gadis dan menambahkan kalau Guru mereka pernah mengatakan bahwa hal itu tidak akan bertahan lama. Soo Ha kemudian langsung berkata kalau ia tidak hanya cantik.

Gadis yang sedang mereka bicarakan tadi sedang berjalan, tiba-tiba ada bola basket yang terlempar ke genangan lumpur dihadapannya. Beberapa siswa menyuruh orang itu melemparkan bola kearah mereka. Orang itu adalah Jang Hye Sung (Lee Bo Young). Hye Sung membersihkan kakinya kemudian mengambil bola itu dan ia melemparkannya kebelakang. Bola pun semakin menjauh dari siswa tadi.

“Dia baik, pintar, dan wanita terdingin didunia.” Lanjut Soo Ha.

voice01-00125

Disebuah ruangan ada beberapa orang sedang melakukan sebuah sidang dan diantara orang itu salah satunya adalah Hye Sung. Ia memegang kepalanya sambil memutar-mutar pensilnya. Ia berkata, “Yang mulia. Terdakwa, Lee Young Chul, terdakwa mengakui dan sangat menyesalinya. Terdakwa sekarang ini.. Apa kau memiliki Ibu?”

Terdakwa menjawab ya. Hye Sung dengan nada malas menyuruh hakim untuk memikirkan mengenai terdakwa dan Ibunya yang hidup susah.

Orang yang duduk disebelah Hye Sung berganti seorang wanita, Hye Sung menanyakan hal yang sama, sampai sang Hakim-pun mengikuti perkataan Hye Sung. Semuanya yang berada dipersidangan itu terlihat bosan.

Hye Sung berjalan keluar dari kantor pengadilan sambil menelpon Ibunya. Ibu menelpon untuk memastikan apakah Hye Sung sudah mempersiapkan diri untuk interview ‘Public Defender’. Sambil mendengarkan telepon ibunya, Hye Sung mengambil souvenir yang dibagikan oleh seorang ahjumma sambil terus menelpon.

Ibu berkata panjang lebar ditelepon. Hye Sung kembali ke ahjuma tadi meminta souvenir lagi??? Ahjuma itu malah memberikan lagi. Hye Sung masih bicara dengan Ibunya, keuangan tidaklah stabil bahkan satu dari enam pengacara tidak dapat menghasilkan 2 juta won perbulan. Ibu kesal, berapa penghasilan Hye Sung bulan lalu? Hye Sung bilang hanya 880 ribu won. Ibunya menambahkan, jika Hye Sung tidak mampu menjadi Public Defender, maka Ibu akan bertindak sementara itu Hye Sung tetap harus membayar uangnya sebesar 50 juta won, entah dapat darima, dari deposit rumah ataupun dari menjual organ dalam tubuhnya. Mendengar hal itu Hye Sung menjadi kesal, ia kemudian menutup teleponnya.

Hye Sung mengulurkan tangannya pada ahjuma pembagi souvenir (kekeke,, hye sung nih minta sovenir lagi, aduh mah gatau diri nih orang,, wkwkw). Ahjuma itu kemudian menghadap arah lain, ia sepertinya berusaha menghindar. Hye Sung berdiri dihadapannya. Ahjuma tidak ingin memberinya sowenir itu lagi, Hye Sung bahkan sudah mendapatkan 2 sovenir. Hye Sung mengatakan ia membutuhkan benda itu (sejenis note) untuk pekerjaannya dan lagipula bukankah lebih baik jika mendistribusikannya lebih cepat. Hye Sung mengambil banyak kemudian pergi. Ahjuma kesal, “Dia sangat hemat.”

voice01-00134

Scene berpindah pada seorang pria bernama Cha Kwan Woo (Yoon Sang Hyun) yang berada disebuah gedung. Ia berjalan sambil menyapa beberapa orang yang ada disana. Kwan Woo berdiri didepan sebuah papan dan membacanya, ruang 529. Setelah itu ia langsung merapikan dasinya sambil menghela nafas panjang.

Tidak lama kemudian Kwan Woo sudah beada didepan ruang 529. Ia mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya dan langsung menyemrotkan kemulutnya, ia membuat tanda salib dan membuka pintu ruangan tersebut.

Ternyata di ruangan itu hanya ada Hye Sung yang sedang bermain game. Kwan Woo keluar lagi untuk memastikan kebenaran ruangan tersebut. Ia tersenyum dan langsung menutup pintu lalu duduk didepan Hye Sung. Kwan Woo merasa lega karena tidak ada banyak orang ditempat itu, berarti sedikit saingannya.

Kwan Woo kemudian bertanya pada seniornya, pertanyaan apa yang mungkin keluar saat interview dan menawarkan pada Hye Sung untuk membacanya, tapi Hye Sung dengan dingin menjawab tidak. Senyum Kwan Woo hilang. Ia menghela nafas, ia benar-benar gugup karena impiannya menjadi Public Defender, ia bertanya kepada Hye Sung apakah menjadi Public Defender merupakan impiannya juga, namun Hye Sung diam dan menjawab dengan ketus, tidak juga.

Kwan Woo terus mengoceh, ia berkata bahwa dulu ia adalah seorang polisi namun ia menyerah dan mengambil ujian hukum menjadi pengacara. Ia disuruh untuk menjadi Public Defender, ia kemudian bertanya kepada Hye Sung, apakah Hye Sung tidak tertarik untuk mengetahui alasan mengapa ia melakukannya. Hye Sung terlihat terganggu dan ia menghentikan bermain game, lalu ia menatap Kwan Woo tajam dan berteriak, “Yahhhhhhh.”

Muncullah seseorang yang membuka pintu dan bertanya alasan mereka datang kesana. Kwan Woo lansung berdiri, ia kemudian menjawab bahwa dirinya akan melakukan interview Public Defender. Orang tadi berkata kalau ia salah ruangan, ia berkata kalau ruang yang benar ialah ruang 529 koridor timur dan ini koridor barat. Hye Sung sadar akan hal itu dan menutup ponselnya lalu berlari sekuat tenaga. Kwan Woo kemudian berteriak, “Ayo kita pergi bersama-sama”

voice01-00151

Hye Sung berlari sekuat tenaganya, sedangkan Kwan Woo berlari menyusul dibelakangnya. Hye Sung sampai diruangan itu lebih dahulu dan langsung membuka pintu ruangan itu, ternyata diruangan yang sesungguhnya sudah ada banyak orang, ia sangat terkejut melihatnya. Kwan Woo yang baru tiba kembali mengoceh namun begitu melihat kedalam ruangan yang ramai ia terdiam, mulutnya ternganga.

Kwan Woo lalu bertanya, “Apakah semua orang yang ada disini ingin melakukan interview?” Seorang pria menjawab, “Tidak semua.” Hari ini adalah hari ketiga, jadi jumlah orang-orang yang hadir menjadi 3x lipat dari jumlah hari-hari sebelumnya.

voice01-00155

Hye Sung kemudian mendorong Kwan Woo ke pintu, ia meminta prediksi pertanyaan untuk interview. (ya elah, tadi ditawarin kagak mau.. haduuu.. haduuuuuu..)

Hakim Kim (Kim Kwang Gyu) sedang membaca-baca biodata Kwan Woo, ia memuji nilainya, lalau berkata bahwa dengan nilai sebagus itu Kwan Woo pasti mendapat banyak tawaran dari fima hukum, tapi ia heran kenapa dia malah ingin menjadi Public Defender. Kwan Woo menjawab jujur bahwa ia bekerja bukan untuk uang tapi untuk membela kebenaran. Sedangkan, Hye Sung sedang menguping jawaban dari peserta lain.

Akhirnya tiba giliran Hye Sung di interview, ia melihat kertas yang sudah dicoret-coret tadin lalu memasukkannya kedalam sakunya. Hakim Kim bertanya mengapa Hye Sung ingin menjadi Public Defender. Tidak menjawab pertanyaan yang diajukan, Hye Sung malah berdiri dan membagikan souvenir yang didapatnya kepada ketiga juri. lalu menjelaskan, itu adalah souvenir dari kedokteran gigi. Untuk menghemat uang, ia menggunakan akal untuk mendapatkannya dari mereka. (secara tidak langsung hye sung mengatakan alasannya adalah karena dirinya todak memiliki uang)

Hakim Kim kemudian bertanya, apakah saat ini Hye Sung sedang mencoba menarik simpati mereka. Hye Sung pun jujur, bahwa ia datang kesana untuk mendapatkan uang. Hal ini karena Ia tidak memiliki kemampuan untuk masuk firma hukum dan tidak punya uang untuk mempekerjakan seorang makelar. Ia dikeluarkan dari sekolah dan datang ke perguruan tinggi dari pedesaan. Ia juga tidak punya koneksi bahkan tidak bisa menghasilkan 1 juta won per bulan. Tapi, jika ia menjadi Public Defender, ia bisa memperoleh 3-4 juta won per bulan. Hakim Kim tidak percaya bahwa saat ini masih ada pengacara yang berkata dengan jujur (kelewat jujur mah ini). Lalu ia berkata bahwa ia dapat meloloskannya Ini baru, kedua juri yang lain tertawa. Hakim Kim ternyata hanya bercanda, ia menganggap hal itu hanya ada dalam drama dan Hye Sung salah pengertian. Lalu ia menambahkan kalau ia akan memberitahu hasilnya melalui email. Hye Sung berdiri hendak pergi.

Namun,  Hakim Kim menambahkan, “Tapi, aku punya satu pertanyaan. Kau bilang kau dikeluarkan?”

Hye Sung membenarkan hal itu. Hakim Kim penasaran kenapa hye sung dikeluarkan dari sekolahnya.

Hye Sung berkata apakah jika ia menceritakannya, makan ia akan lolos. Hakim Kim mencoba menawar, “Jika pengaruhnya kuat siapa tahu?”, juri yang lain terlihat tidak menyukai situasi tersebut. Hye Sung tersenyum, ia membernarkan bahwa pengaruhnya kuat. Hakim Kim meminta Hye Sung menceritakannya. Hye Sung langsung duduk dan bercerita bahwa sepuluh tahun yang lalu ia punya seorang teman, temannya merupakan  putri dari keluarga dimana Ibunya bekerja sebagai pembantu. Temannya itu merupakan seorang gadis yang cantik dan pintar, serta ia menjengkelkan.

 

Flashback..

Hye Sung remaja (Kim So Hyun) tengah menjalani ujian dikelasnya. Gadis yang diceritakan oleh Hye Sung tadi bernama Seo Do Yun (Jung Min Ah). Ia duduk dikursi sebelah Hye Sung. Do Yun menarik contekan yang diletakkan didalam pergelangan tangan bajunya. Hye Sung melihatnya lalu ia tersenyum. Do Yun melihat Hye Sung dan terkejut menyadari bahwa Hye Sung mengetahui hal itu.

Kemudian setelah itu, terlihat Do Yun bersama dengan teman-temannya bermain kembang api dihalaman rumahnya.

Hye Sung melanjutkan bercerita bahwa, selama ujian Do Yun selalu berada di 10 besar, tapi waktu itu dia berada di peringkat pertama disekolah jadi ibunya sengaja membuatkan pesta ucapan selamat padanya. Jadi Hye Sung dan Ibunya harus memasak untuk pesta tersebut.

Ibu Do Yun kemudian datang kepada Hye Sung dan ibunya, ia mengatakan kalau anak-anak  sudah lapar dan ia menyuruh Hye Sung untuk menaruh Japchae dalam 2 piring. Hye Sung membawa makanan sambil menatap kagum ke langit. Senyumnya menghilang begitu melihat Do Yun. Ia meletakkan makanan dan hendak kembali ke dapur, tapi seorang teman Do Yun mengajaknya ikut bermain. Gadis itu meminta izin Do Yun, Do Yun pun terpaksa mengiyakan. Gadis itu pun memberikan kembang api pada Hye Sung.  Gadis yang meminta Hye Sung ikut berpesta dengan mereka. Ia tanpa sengaja mengubah arahnya ke Do Yun dan tak disangka apinya keluar dan mengenai mata Do Yun, Do Yun langsung terjatuh pinsan. Gadis tadi langsung terkejut karenanya. Teman-teman Do Yun segera menghampiri Do Yun sedangkan gadis tadi bersama dengan Hye Sung hanya terdiam. Seseorang menyuruh untuk menelpon ambulan. Gadis itu menjatuhkan kembang apinya dan segera menghampiri Do Yun yang terluka. Semua panik yang berada disitu mejadi panik. Orang tua Do Yun dan Ibu Hye Sung datang. Do Yun memegang mata kirinya kesakitan. Hye Sung terdiam.

Hye Sung kemidian menambahkan “Pada waktu itu aku terkejut dan khawatir akan tetapi..” Hye Sung menjatuhkan kembang api yang ia pegang. “kalau dipikirkan lagi, hal itu pantas didapatnya. Aku tidak benar-benar menyukainya.”

voice01-00172

Alhasil akibat hal itu, mata Do Yun diperban. Dokter menjelaskan hasil CT Scan, ia berkata hal itu tidak berbahaya, tidak ada kerusakan yang serius pada otaknya tapi mata kirinya mengkhawatirkan. Ayah Do Yun kaget, dan bertanya “apa mungkin dia..”.

Dokter mengatakan mereka perlu membuka perbannya lebih dulu untuk mengetahui keadaannnya. Namun karena kerusakan pada korneanya yang cukup parah, jadi besar kemungkinannya Do Yun kehilangan penglihatan di mata kirinya. Ibu Do Yun sangat terkejut mendengar pernyataan dokter tentang keadaan putrinya itu.

Hye Sung merasa kesal karena mereka harus membawakannya makanan pada Do Yun. Ibu memukul Hye Sung dan bertanya apakah Do Yun orang asing bagi mereka, Hye Sung mengiyakannya.

Ibu berkata, “Ia sudah tinggal bersama denganmu lebih dari sepuluh tahun. Jika kamu tinggal dirumah yang sama dengannya lebih dari sepuluh tahun itu artinya dia sudah dianggap lebih dari keluarga.” Hye Sung kesal mendengar ocehan ibunya itu. Ibu menyuruh Hye Sung bergegas. Hye Sung tidak mau, ia  berkata tidak menyukai Do Yun, ibu memukul kepala Hye Sung.

Dua orang teman Do Yun ada dirumah sakit, termasuk gadis itu. Ayah Do Yun langsung bertanya pada mereka siapa pelakunya. Seorang temannya menjawab bahwa ia tidak tahu akan hal itu, mereka tidak melihat pelakunya. Ia lalu bertanya pada gadis yang melukai mata Do Yun, ia mengaku melihat pelakunya. Semua terkejut dan bertanya siapa pelakunya.

Ibu dan Hye Sung datang membawa makanan. Gadis itu mengatakan bahwa Hye Sung-lah yang melakukannya, ia melihatnya sendiri pada saat itu, semuanya yang ada diruangan itu terkejut mendengar hal itu. Ibu Hye Sung tidak mengerti maksud dari gadis itu, gadis itu berbohong, dengan mengatakan bahwa Hye Sung yang telah menembakkan kembang api ke mata Do Yun. Hye Sung terkejut mendengar pernyataan palsu itu, ia segera membantahnya. Ia bahkan tidak sempat menghidupkan kembang apinya. Ibu kecewa, bagaimana bisa Hye Sung melakukannya. Hye Sung bersikeras membantahnya. Namun tidak ada yang mempercayai Hye Sung.

Ayah Do Yun memastikanya lagi. Dan bertanya apakah hal itu benar, gadis tadi terlihat gugup. Hye Sung mengatakan gadis  itu tidak melihatnya, bagaimana mungkin ia melihatnya padahal ia tidak melakukannya. Do Yun berbohong, ia mengatakah kalaiu ia juga melihatnya juga, ia melihat Hye Sung menembakkan kembang api ke wajahnya. Gadis itu memperkuat bukti, ia bertanya pada teman yang satunya dan terpaksa mengiyakan hal itu.

Hye Sung kecewa, ia terlihat akan menangis, ia sangat sedih. Ibunya malah bertanya apakah hal itu benar, Hye Sung membantahnya dan bilang bahwa mereka semua berencana menentangnya. Do Yun berpura-pura marah, Ayah Do Yun terlihat menahan amarahnya. Ibu meletakkan makanan tadi dan menarik tangan Hye Sung, ia mengajaknya berbicara. Ibu Hye Sung meminta maaf, ia meminta mereka untuk bersabar dan menarik Hye Sung keluar.

voice01-00175

Hye Sung berkata lagi bahwa bukan ia yang melakukannya. Ibu menyuruh Hye Sung menatap matanya, dan bertanya kalau benar bukan Hye Sung pelakunya. Hye Sung membantahnya lagi. Ibu mengatakan bahkan jika Hye Sung pelakunya ia akan melindunginya, jadi ia berkata pada Hye Sung supaya tidak menambah atau mengurangi dan Ceritakan yang sebenarnya.

Hye Sung kemudian menangis, ia berkata bahwa tidak peduli seberapa egoisnya dirinya dan seberapa bencinya ia pada Do Yun, ia tidak akan melakukan hal sejauh itu. ia menambahkan kalau mungkin sikapnya buruk, tapi aku tidak akan meakukan hal seperti itu. Ibu menangis, tapi ia malahan menyuruh Hye Sung untuk berhenti menangis. 

Hye Sung bertanya, “Apa ibu percaya kepadaku?”

Ibu menjawab, “kau berkata padaku untuk mempercayaimu.”

Hye Sung kesal mendengar perkataan ibu, “Kau mempercayaiku karena aku menyuruhmu percaya kepadaku? Kau tidak benar-benar mempercayaikukan?” Ibu kesal dibuatnya dan memukul kepala Hye Sung.

Do Yun memastikan apakah Ayah mempercayainya atau tidak. Tapi, Ayah tidak menjawab pertanyaannya, ia malah menyuruh Do Yun untuk beristirahat, mereka akan mendengar penjelasan Hye Sung lebih dulu. Do Yun menjadi cemas akan hal itu, ia takut kebohongannya akan kebongkar (dasar busuk.. wkwkwk).

voice01-00185

Ibu dan Hye Sung masuk lagi kedalam ruangan Do Yun. Ibu lansung mengatakan jika Hye Sung bukan pelakunya. Ibu Do Yun marah mendengar hal itu, ia berkata melindunginya tidak akan menyelesaikan masalah.

Ibu tidak melindunginya dengan berkata kepada mereka semua,

“Hye Sung tidak pernah menangis bahkan saat ia kehilangan Ayahnya, ia bahkan tidak mengeluarkan setetes air matapun disaat kakinya patah ketika bermain skating. Hanya ada satu alasan mengapa dia menangis yaitu saat dia merasa disalahkan. Melihatnya menangis seperti ini, dia pasti merasa sangat disalahkan. Ini bukan Hye Sung ku. Ini pasti orang lain. Aku yakin. Tolong percaya padaku dan Hye Sung.”

Ibu Do Yun geram dan bilang bahwa sudah ada saksi mata. Ibu dengan tenang mengatakan mungkin mereka bingung karena ada banyak anak-anak dan bukan Hye Sung yang melakukannya. Ibu Do Yun semakin kesal karena Ayah tidak melakukan apapun, Do Hyun takut kalau-kalau kebohongannya akan terbongkar.

voice01-00187

Ayah Do Yun berkata, “Hye Sung. Aku tidak mendengarkanmu bukan karena aku percaya padamu. Aku menunggumu.” Hye Sung nampak sangat kecewa akan hal itu, ia memang benar-benar tidak melakukannya. Do Yun tersenyum senang. Ayah  menawarakan pada Hye Sung untuk mengaku sekarang dan meminta maaf dengan agar ayah dapat memaafkannya dan Hye Sung akan dapat hidup seperti biasanya. jika tidak,  maka ayah Do Yun tidak akan membiarkan Hye Sung bersekolah di tempat yang sama dengan Do Yun.

Hye Sung akan menangis, namun Ibu tetap mebelanya. Ayah menyuruh mereka berdua keluar dari rumah. Hye Sung kaget dan ia mulai menangis. Ayah Do Yun berkata kalau itu menjadi kesempatan terakhir mereka, kesempatan yang ia berikan karena mereka sudah berhubungan selama 10 tahun.

Hye Sung memanggil Ibunya, “ibu” Matanya berkaca-kaca, “akuuu..” Semua menunggu kata berikutnya, “aku tidak..” Hye Sung berteriak, “bukan pelakunya! aku tidak perlu meminta maaf dan mengaku apa yang tidak kulakukan!”

Guru wali kelas memberikan surat D.O (Drop Out) pada Hye Sung. Surat itu akan menolongnya menemukan sekolah baru untuk Hye Sung. Jika Hye Sung tidak mengisi lembar isian maka mereka terpaksa mengeluarkannya. Hye Sung terkejut. Ia lebih terkejut mengetahui fakta bahwa barang-barang mereka sudah diangkut keluar. Apalagi saat Supir Kim memberikan uang pesagon. Hye Sung menyuruh Ibu untuk tidak mengambilnya jika Ibu mempercayainya.

voice01-00211

Hye-sung masih berada di depan rumah keluarga Do Yun sampai malam. Ayah Do Yun keluar dan menghampiri Hye-sung. Ia bertanya berapa lama lagi Hye Sung akan berdiri disana, ia menyuruh Hye Sung untuk pergi keibunya. Hye sung berkata berapa banyak uang yang ia berikan pada ibunya, ia berkata kalau uang itu diberikan untuk membayar rasa bersalah ayah Do Yun pada mereka berdua. Hye Sung menambahkan lagi bagaimana jika ternyata pelakunya bukan dia. Hye-sung bertanya sambil menatap tajam ayah Do Yun.

voice01-00235

 “Uang itu, aku hanya ingin menguji ibumu. Apakah ia mempercayaimu, jika ia percaya, ia tidak akan menerima uang itu. bahkan ibumu tidak percaya padamu. Bagaimana aku dapat mempercayaimu?” jawab ayah Do Yun. Hye-sung terlihat terpukul mendengar kata-kata itu. Lalu ayah Do Yun melihat ibu Hye-sung membakar buku-bukunya dan uang pemberiannya. Ia menghampiri ibu  dan bertanya apa yang sedang dilakukannya, Hye-sung ikut  menghampiri ibunya. Ibu menjawab kalau tidak adil mengeluarkan Hye Sung dari sekolah karena Hye Sung berlum tentu bersalah, oleh karenanya ibu melakukan hal itu. Hye-sung terharu dengan pembelaan ibunya, ternyata ibu percaya padanya. Ibu mengajak Hye-sung pergi. (ternyata ibu sudah mempersiapkan contekan loh, eh iya, jangan sekali2 bakar uang ya bisa dihukum tuh… kekekke)

voice01-00274

Hye-sung berjalan sambil membawa kembang api, ia menunggu Do Yun, Do Yun melihatnya dan langsung kaget, ia mempercepat jalannya. Do Yun ketakutan melihat Hye Sung membawa kembang api ditangannya. Hye-sung ingin membuat Do-yeon mengaku kebohongan yang telah membuat Hye Sung dikeluarkan dari sekolah. Namun tiba-tiba terdengar suara dari jauh, mereka mencoba menemukan asal suara tersebut. mereka melihat seorang pembunuh yang mengacungkan tongkatnya dan membunuh orang yang ada didalam mobil. (mobil ayah Soo Ha)

voice01-00276

voice01-00289

Saat pembunuh akan memukul Soo-ha kecil, Hye-sung mengeluarkan hp nya dan akan memotretnya. Pembunuh mengetahuinya, Hye Sung langsung berlari bersama dengan Do Yun. Hye Sung terhenti karena teringat akan Soo Ha. Namun ia berlari lagi karena pembunuh itu sudah dekat. Mereka berdua bersembunyi, saat mereka akan tertangkap muncul sirine polisi. Pembunuh itu sempat mengancam, jika mereka ingin hidup maka mereka berdua harus tutup mulut. Lalu ia bergegas pergi. Polisi datang ke tempat kejadian, ayah Soo-ha meninggal dan Soo-ha mengalami luka berat di kepala dan dirawat di RS. Hye-sung mendengarkan beritanya di televisi.

voice01-00326

 Hye-sung teringat dengan Soo Ha, ia merasa bimbang. Namun, ancaman pembunuh itu masih memenuhi kepalanya. Hye-sung menutupi wajahnya dengan topi dan berjalan pergi.  Dia bertemu dengan Do Yun, Do Yun berkata kalau dia akan menjadi saksi dan Hye-sung berkata ia juga akan menjadi saksi.

Keesokan harinya..

Hakim memasuki ruang sidang, para hadirin berdiri. Pembunuh duduk di kursi tersangka dan Soo-ha di kursi hadirin dengan perban dikepala dan pipinya. Hye-sung bertemu dengan Do Yun di dalam. Mereka menuju ruang persidangan dan akan masuk kedalam. Saat mereka mulai menghitung.. 1..2..3..

 Flashback end..

 

Hakim Kim kecewa karena Hye-sung menghentikan ceritanya, Hakim Kim meminta Hye-sung untuk melanjutkan ceritanya. Hye-sung bilang jika dia menceritakannya, dia tidak berpikir ini akan membantunya dalam wawancara. Ia menambahkan bahwa ia menyesal atas keputusan yang telah ia pilih.

voice01-00346

Soo-ha berjalan pulang dari sekolah. Choong Ki dan teman-temannya melihatnya lalu mulai berkasak-kusuk tentangnya. Soo-ha berjalan di trotoar, ia melihat Hye Sung, Soo-ha berlari mengejarnya dan dia menerobos lampu, namun ia kehilangan jejaknya.

Soo-ha berada di tempat latihan beladiri, ia sedang menulis sesuatu di bukunya.

 

Flashback again..

voice01-00362

Dokter memeriksa kondisi Soo-ha kecil. Kondisi Soo Ha sudah membaik, namun karena shock ia belum mau berbicara.

Ada dua detektif yang sedang bicara, Soo Ha mendengar pembicaraannya. Soo Ha kemudian menuliskan dengan crayon jika memang benar orang itu adalah pembunuh ayahnya. Karena tidak ada saksi, hal itu masih sulit dibuktikan apalagi dengan keadaan Soo Ha yang masih terluka. Di ruang persidangan. Si pembunuh dengan tegas menyebutkan bahwa itu hanya sebuah kecelakaan, bukan pembunuhan. Si pembunuh dengan muka tak bersalahnya menatap Soo-ha dan berkata dalam hati. Soo-ha yang mendengarnya, menuliskan dalam kertas dan meminta mereka membacanya. “Semua orang bodoh disini berasa di pihakku.” Si pembunuh terperanjat. Soo-ha juga bilang bahwa dia bisa membaca pikiran orang lain. Dan membuat pengacara itu semakin meyakinkan bahwa Soo-ha berbohong dan perkataannya tidak bisa dijadikan bukti. Hakim Seo menanyakan apakah ada bukti lain atau saksi kepada Jaksa penuntut.

voice01-00381

Soo-ha mulai menangis, tepat pada saat Hye-sung masuk ke ruang sidang. Ternyata Do Yun tidak ikut masuk. Semua orang memperhatikannya dan hakim pun bertanya untuk kedatangannya. Awalnya ia enggan, namun kemudian Hye Sung berkata untuk menjadi saksi untuk kasus pembunuhan itu. lalu Hye Sung memberikan kesakasian atas apa yang telah ia lihat. Hakim Seo bertanya pada Soo Ha apakah dia adalah saksinya, dijawab dengan anggukan kepala. Hye Sung kemudian menunjukkan gambar dihandphone-nya sebagai bukti. Hye-sung yang ketakutan dengan ancaman si pembunuh, tangannya gemetaran digenggam oleh Soo Ha.

voice01-00398

Si pembunuh marah, dia menghampiri Hye-sung dan mencekiknya, “Aku katakan kalau aku akan membunuhmu! Aku akan membunuhmu. Aku akan membunuh orang yang kamu beritahu!” Si pembunuh ditahan oleh beberapa orang dan hakim menyuruh membawanya keluar ruang persidangan. Sambil ditarik keluar si pembunuh berkata dan berteriak, “Aku memegang perkataanku. Aku akan membunuhmu. Jangan berpikir semuanya berakhir karena ini hanya baru permulaan!” Hye-sung pun melanjutkan kesaksiannya, dia membaca sumpah di persidangan, bahwa dia mengatakan kebenaran.

Sedangkan Soo-ha, ia terus menatap Hye-sung, entah apa yang ada dipikirannya saat itu.

Flashback end..

Soo-ha menulis dibukunya kalau hari ini ia melihat seorang wanita mirip dengan Hye Sung, dan bertanya dimana saat ini Hye Sung berada.

 

Flashback lagiiiiiii..

voice01-00451

Soo Ha menghibur Hye Sung yang menangis diluar dan berterimakasih kepadanya. Hye Sung berkata Soo Ha tidak perlu berterimakasih kepadanya karena ia menyesal telah datang ketempat itu. hye Sung bergegas pergi, namun Soo Ha mengikutinya, Hye Sung menyuruh Soo Ha untuk berhenti mengikutinya, namun Soo Ha masih terus mengikutinya. Hye sung berkata kalau semua ini adalah salah Soo Ha, Hye-sung terduduk dan tangisannya semakin kencang.

Soo Ha bisa mendengar suara hatinya,

“Mengapa aku datang? Bagaimana jika orang itu benar-benar akan membunuhku, apa yang harus kulakukan? Dia bilang akan mendapatkan ku setelah keluar dari penjara. Bagaimana aku bisa hidup sekarang! Aku harus melupakanmu.”

Soo Ha merangkul dan memeluk Hye-sung, ia berkata “Jika aku bertemu lagi dengan, aku benar-benar…” belum selesai Hye-sung berkata dalam hati, Soo-ha memotongnya dengan berkata, “Aku akan melindungimu.” Hye-sung tersenyum mendengarnya.

Flashback end..

Soo Ha menulis lagi dibukunya,

“Aku akan melindungimu. Aku akan melindungimu.”

voice01-00468

Soo Ha berlatih beladiri Soo-ha, bukunya terbuka oleh angin. Didalam bukunya tertulis hal yang sama berulang-ulang kalau ia bertemu dengan seseorang yang mirip dengan Hye Sung.  Soo-ha juga berlari mengejar orang yang ia anggap sebagai Hye-sung berkali-kali, tapi selalu orang yang salah atau kehilangan jejak.

voice01-00490

Soo-ha, “Aku merindukanmu.”

Bersambung episode 2

 

Komentarku

Daebakkk… benar2 menarik, setiap karakternya memerankan perannya dengan sangat baik, aku dapet feel-nya. Ceritanya penuh dengan misteri, ahhh jadi ingin nonton lagi dan lagi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s